Di atas adalah fanpage milik saya, Baru kuubah beberapa waktu lalu. Sebelumnya fanpage bernama Abah Abduh. Sekarang menjadi Abah Abduh for G1. Seriuskah?
Rileks saja kawan. Setiap warga punya hak dipilih dan memilih. Tak perlu dibantah. Memang hal tersebut sudah diatur dalam perundangan-undangan. Kalau tidak percaya, cek saja di google. Jadi, tidak perlu kagetan atau gumunan, kalau saya, sebagai warga biasa yang pernah menjadi Pimred Radar Tegal dari tahun 2008 - 2015 tiba-tiba membuat gerakan Abah Abduh for G1.
Beberapa inbox masuk. Salah satu diantaranya bertanya keseriusan saya dalam Abah Abduh for G1 dan siap memberi dukungan.
Bro, bray, tuan dan nyonya, menjadi bakal calon kepala daerah itu tidak murah. Pesta demokrasi yang telah berjalan selama ini membutuhkan ongkos politik. Tidak hanya ratusan juta, tetapi miliaran rupiah. Saat menjadi pimred, saya pernah mendapat SMS nyasar. Waktu itu suasana menjelang pilkada. Inti isi SMS itu, seseorang mengabari telah mentransfer miliar kepada seseorang untuk keperluan pilkada. Sayang sekali yah, SMS yang nyasar, bukan transferan yang nyasar. Gimana coba rasanya dapat transferan miliar rupiah nyasar ke rekeningmu?
Mengapa ongkos politik begitu mahal? Sampeyan mungkin sudah hapal dengan idiom, no free lunch yang diartikan secara bebas, tidak ada makan siang yang gratis! Celakanya, idiom itu dimaknai apa-apa serba bayar. Hitung-hitungan. "ngising nguyuh be mbayar koh!" Dan,itu menimpa dalam pesta demokrasi.
No free lunch semestinya dimaknai bagaimana kita memikirkan dengan cermat sebelum mengalokasikan sumber daya yang dimiliki. Mengapa, karena untuk mencapai suatu tujuan dibutuhkan pengorbanan dan pengorbanan tersebut merupakan disebut sumber daya (resources). Sehingga makna utama dari no free lunch adalah bagaimana dituntut untuk mengorbankan sesuatu apabila mau mewujudkan sesuatu hal.
Prinsip ilmu ekonomi ini sebenarnya dapat membawa manfaat apabila dimaknai dengan tepat yaitu mampu mengikis mentalitas siap saji yang gemar menuai tanpa menanam. Nalarnya adalah pemahaman yang tepat tentang prinsip ini akan mendorong individu untuk menghargai kerja keras dan kerja cerdas. Sehingga tidak mengambil jalan pintas untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Dan hal itu dalam pesta demokrasi menjelma menjadi money politics!
Fanpage Abah Abduh for G1 ini hanya sebagian jalan bukan pintas! Suwun

