![]() |
| Screenshots potji.com |
Kabupaten Tegal memiliki potensi IKM/UKM cukup besar yang mampu
menopang perekenomian warga setempat. Beberapa potensi tersebut di antaranya
industri pengecoran dan pengerjaan logam, industri tekstil (tenun dan bordir),
dan industri shuttlecock serta industri rumah tangga lainnya. Karena itu, di
era internet, pembuatan potji.com merupakan langkah yang strategis. Mengapa?
![]() |
| Wabup Kab. Tegal Dra Umi Azizah usai nabuh gong louncing potji.com. foto diambil dan seizin dari panturabisnis.com |
Sejak 31 Desember 2015, kita sudah memasuki MEA (Masyarakat
Ekonomi Asean). Dengan diberlakukannya MEA, mau tidak mau, semua harus
menyiapkan diri. Jika tidak mau mengembangkan diri dan kompetensi di era MEA,
bisa dipastikan tergilas oleh kompetitor dari luar. Sementara kompetitor sudah
menggunakan internet untuk memasarkan produknya.
Internet yang penggunanya terus meningkat telah terbukti
mempermudah dalam berkomunikasi serta memperoleh informasi dengan cepat dan
akurat. Tidak hanya itu, dengan internet, semua bisa memperkenalkan produk dan
memasarkannya dengan daerah pemasaran yang luas. Bahkan dapat menjangkau
seluruh dunia.
Langkah Pemkab Tegal membuat potji.com tersebut sudah seharusnya
menjadi kabar baik bagi pelaku usaha. Dengan inovasi daerah tersebut, para
pengusaha setempat bisa mempromosikan produknya secara gratis, tidak hanya
tingkat nasional tetapi juga di pentas global.
Namun sebagai portal yang belum lama dilahirkan tentu saja masih banyak
tantangan dan hambatan. Masih banyak langkah yang harus dikerjakan agar portal
tersebut berfungsi dengan baik.
Dari sisi website, tantangan potji.com adalah bagaimana
potji.com harus bisa menjadi situs yang berkualitas, baik dari sisi konten,
desain dan navigasi, maupun kepopuleran website.
Sebagai marketplace usaha atau produk UKM/IKM, secara konten,
potji.com harus menyuguhkan informasi usaha atau produk sejelas-jelasnya yang
disertai dengan foto yang menarik. Sehingga pengunjung potji.com dapat
memperoleh informasi yang lengkap. Desain dan navigasi potji.com juga akan
menentukan pengunjung betah dan terus kembali menelusuri potji.com.
Untuk mendapatkan banyak pengunjung, pengelola potji.com
harus terus meningkatkan kepopuleran website tersebut. Potji.com harus
mempunyai posisi yang tinggi di mesin penelusuran. Dengan demikian, peluang
terjadi transaksi jual beli makin besar.
Apalagi saat ini, makin banyak pengguna internet yang menggunakan mesin
pencarian google untuk mencari produk atau informasi. Mengingat hal tersebut,
perlu peningkatan SDM pengelola potji.com.
Tantangan selanjutnya adalah kesiapan para pengusaha yang produknya
dipasang di potji.com. Dalam portal tersebut, terdapat tool untuk para pelaku
usaha di Kabupaten Tegal mendaftarkan produk atau kemampuan produksi ke
potji.com. Namun baru dipublikasikan setelah diverifikasi oleh pengelola
potji.com. Tentu saja yang lolos verifikasi adalah pelaku usaha yang dinilai
sudah siap. Karena, dalam potji.com, pengunjung yang berniat membeli produk langsung
menghubungi pengusahanya, baik lewat email maupun nomor telp/handphone. Pengusaha
harus siap menghadapi calon konsumen. Mereka harus siap memberi pelayanan yang
baik, dari sisi kuantitas dan kualitas produk yang diminta konsumen maupun
pengiriman.
Potji.com harus terus melangkah. Tantangan dan hambatan tersebut
bukan untuk dihindari. Cerita manfaat potji.com sedikit demi sedikit menjadi
bukti. Salah satunya, cerita Fatkhuri, pemilik Tunggak Jati Craft Art yang
mendapat order pembuatan piring kayu dari pengunjung potji.com. Dari sedikit
cerita itu, inovasi daerah Pemkab Tegal ini bisa dijadikan inspirasi daerah
lain untuk Indonesia lebih maju di era MEA. (*)



